Filosofi KHD menuju Kodrat Murid
Filosofi Kihajar Dewantara menuju Kodrat Murid
Sebelum memahami filosofi Kihajar Dewantara (KHD) membuat saya dalam memahami murid belum sampai sejauh memaknai bahwa murid memiliki kodratnya. saya berfikir murid harus ikut proses pembelajaran sesuai yang diingini saya sebagai gurunya, apakah guru ini benar atau salah, murid wajib mengikuti proses pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku. pergantian kurikulum yang terus berubah tanpa ada tindakan pendampingan berkelanjutan dan tidak tersedianya media untuk guru melatih diri sendiri membuat guru bimbang dan bingung harus seperti apa mengajarkan materi pembelajaran kepada murid. tuntutan yang tidak berjedah membuat sebagian guru mengeluh karena ketidakpahaman dalam memahami alur dari kurikulum tersebut. didalam kelas proses pembelajaran monuton walau terkadang guru berusaha untuk memberikan proses pembelajaran yang terbaik hanya saja ketidakpahaman masing-masing guru membuat sedikit terkendala, karena murid dianggap memiliki kemampuan yang sama dalam belajar dan patokan hanya pada nilai pengetahuan murid dikatakan hebat. namun setelah memepelajari modul 1.1. tentang filosofi kihajar dewantara, membuat saya sebagai seorang guru termotivasi dan bergelora kembali didalam jiwa memaknai pentingnya pendidikan berdasarkan pemikiran KHD, seorang guru harus menjadi penuntun yang baik untuk muridnya dalam mengantarkan murid menuju kodratnya. setelah memahami makna dari pemikiran KHD bahwa murid tidak memiliki kemampuan yang sama karena setiap murid memiliki keunikannya masing-masing, ibarat kata saya memiliki 3 orang murid diantaranya ayam, ikan, monyet mereka bertiga tidak dapat saya perlakukan dengan teknik yang sama dalam belajar, bila saya harus mengambil nilai renang bearti ikanlah yang akan mendapatkan nilai paling tinggi sedangkan ayam dan monyet nilainya rendah, begitu juga sebaliknya. ibarat kata seorang petani menanam tanaman dengan jenis yang berbeda apabila petani menanam biji pepeya maka akan tumbuh pepaya, apabila bibit singkong yang ditanam maka akan tumbuh singkong..biarkalah murid tumbuh dengan keberagaman tersebut karena Allah SWT sang pencipta sudah menciptakan keberagaman ini.dengan demikian hal yang pertama yang harus saya lakukan adalah membenahi mulai dari diri sendiri, minimal melakukan proses pembelajaran dengan menerapkan kurikulum merdeka belajar walau sekolah saya belum beralih ke kurikulum merdeka belajar setidaknya menerapkan dikelas yang saya ampuh mulai membuat modul ajar sesuai alur kurikulum merdeka belajar untuk beberapa bab materi pembelajaran, berbagi informasi dengan rekan sejawat, mengubah cara berfikir murid yang selama ini menganggap guru merupakan satu-satunya sumber belajar untuk beralih bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar, karena sumber belajar bisa didapat dari murid itu sendiri, orang tua / wali murid dan rekan sejawat. semoga pendidikan Indonesia dengan penerapan kurikulum merdeka belajar dapat menciptakan generasi masa depan yang memiliki karakter dengan kodratnya sehingga kita bisa mengantarkan murid hidup selamat dan bahagia.
berusaha untuk menulis dengan baik
BalasHapus